🎶 Tonggeret (Cicada): Serangga yang Tidur Belasan Tahun di Dalam Tanah, Lalu Keluar untuk Bernyanyi Sebelum Mati
Penyanyi yang Menunggu Belasan Tahun untuk Satu Konser
Bayangkan...
Kamu menghabiskan 17 tahun hidupmu di bawah tanah.
Tidak melihat matahari.
Tidak mendengar suara burung.
Tidak tahu bagaimana bentuk langit.
Lalu...
Suatu malam...
Kamu keluar.
Memanjat batang pohon.
Berganti kulit.
Melebarkan sayap.
Bernyanyi sekeras mungkin.
Mencari pasangan.
Kemudian...
Beberapa minggu kemudian...
Hidupmu selesai.
Kalau manusia menunggu konser selama setahun saja sudah tidak sabar.
Tonggeret...
Menunggu belasan tahun...
Hanya untuk tampil sekali.
Aeuuuuu 🦍
Profil Sang Penyanyi Hutan
Tonggeret atau cicada merupakan serangga dari superfamili Cicadoidea, yang terdiri atas lebih dari 3.500 spesies di seluruh dunia.
Mereka hidup hampir di seluruh benua, kecuali Antarktika.
Indonesia termasuk salah satu negara dengan keanekaragaman tonggeret yang sangat tinggi.
Ukuran tubuhnya bervariasi.
Sebagian besar memiliki panjang sekitar 2 hingga 5 sentimeter, tetapi beberapa spesies tropis dapat mencapai hampir 7 sentimeter dengan bentangan sayap lebih dari 15 sentimeter.
Tubuhnya gemuk.
Matanya besar.
Sayapnya bening seperti kaca.
Kalau lalat pakai jaket.
Tonggeret...
Pakai jendela.
...lebih baik kau diam 🐣
Masa Kecil yang Sangat Lama
Nah...
Inilah bagian yang membuat tonggeret begitu luar biasa.
Setelah telur menetas...
Anaknya yang disebut nimfa langsung jatuh ke tanah.
Mereka segera menggali menggunakan kaki depannya yang kuat.
Kemudian...
Hidup di bawah tanah selama bertahun-tahun.
Beberapa spesies hidup sekitar 2 hingga 5 tahun.
Namun kelompok periodical cicada di Amerika Utara dapat hidup 13 atau bahkan 17 tahun di bawah tanah.
Selama itu...
Mereka mengisap cairan dari akar pohon menggunakan mulut berbentuk jarum yang disebut rostrum.
Kalau manusia tinggal di apartemen.
Tonggeret...
Kontrak bawah tanah.
Roti hangat 🍞
Kenapa Harus 13 atau 17 Tahun?
Pertanyaan ini sudah lama membuat ilmuwan penasaran.
Mengapa bukan 12 tahun?
Atau 18 tahun?
Jawabannya diduga berkaitan dengan bilangan prima.
Angka 13 dan 17 sulit bertepatan dengan siklus hidup predator yang umumnya memiliki siklus 2, 3, 4, 5, atau 6 tahun.
Akibatnya...
Predator lebih sulit "menyesuaikan jadwal" dengan kemunculan tonggeret.
Bayangkan...
Jutaan tonggeret muncul bersamaan.
Predator memang makan sangat banyak.
Tetapi jumlah tonggeret begitu luar biasa sehingga sebagian besar tetap selamat.
Strategi ini dikenal sebagai predator satiation atau "membuat predator kekenyangan."
Kalau manusia...
Banjir diskon.
Kalau predator...
Banjir makanan.
Smart people 🐒
Alat Musik di Perut
Suara tonggeret bukan berasal dari mulut.
Melainkan dari organ khusus yang disebut tymbal.
Organ ini berada di kedua sisi abdomen jantan.
Tymbal berupa membran keras yang ditarik oleh otot sangat kuat.
Saat otot berkontraksi...
Membran melengkung masuk.
Saat dilepas...
Membran kembali ke bentuk semula.
Proses ini terjadi ratusan kali setiap detik.
Getaran tersebut diperkuat oleh rongga udara besar di dalam abdomen yang berfungsi seperti kotak resonansi gitar.
Hasilnya...
Suara tonggeret dapat mencapai 100 hingga lebih dari 120 desibel, tergantung spesies.
Itu setara dengan suara gergaji mesin dari jarak dekat.
Kalau manusia karaoke pakai speaker.
Tonggeret...
Badannya sendiri sudah jadi speaker.
Aeuuuuu 🦍
Lagu Cinta dari Atas Pohon
Yang bernyanyi hanya tonggeret jantan.
Tujuannya bukan untuk menghibur hutan.
Melainkan memanggil betina.
Setiap spesies memiliki pola lagu yang berbeda.
Betina akan mengenali lagu yang sesuai dengan spesiesnya.
Jika tertarik...
Betina memberikan jawaban dengan suara kecil berupa bunyi klik menggunakan gerakan sayapnya.
Kalau manusia...
Chat dulu.
Tonggeret...
Langsung konser.
...lebih baik kau diam 🐣
Metamorfosis Terakhir
Ketika waktunya tiba...
Nimfa keluar dari tanah pada malam hari.
Ia memanjat batang pohon.
Kulit luarnya mulai retak di bagian punggung.
Perlahan...
Tonggeret dewasa keluar.
Sayap yang awalnya kusut dipompa menggunakan cairan tubuh hingga mengembang sempurna.
Kulit lama yang kosong disebut exuvia.
Kulit ini sering kita temukan masih menempel di batang pohon.
Kalau manusia ganti baju.
Tonggeret...
Ganti badan.
Roti hangat 🍞
Peran Besar dalam Ekosistem
Saat jutaan tonggeret muncul bersamaan...
Hutan berubah menjadi pesta makanan.
Burung.
Kadal.
Katak.
Laba-laba.
Ular.
Mamalia kecil.
Semuanya ikut menikmati "panen tonggeret."
Namun...
Justru karena jumlahnya sangat banyak...
Masih tersisa cukup banyak individu untuk berkembang biak.
Ketika mereka mati...
Tubuhnya membusuk menjadi pupuk alami yang memperkaya tanah.
Lubang-lubang bekas nimfa juga membantu mengaerasi tanah sehingga air dan oksigen lebih mudah masuk ke akar pohon.
Jadi...
Bahkan setelah mati...
Tonggeret masih membantu hutan.
Kesabaran yang Dibayar Lunas
Tonggeret menghabiskan sebagian besar hidupnya...
Bukan di atas pohon.
Melainkan di dalam tanah.
Diam.
Tumbuh.
Menunggu waktu yang tepat.
Baru setelah semuanya siap...
Ia muncul.
Bernyanyi.
Menjalankan tugasnya.
Kadang...
Kesuksesan memang bukan soal siapa yang paling cepat.
Melainkan siapa yang tahu kapan waktunya muncul.
Sementara manusia...
Baru belajar tiga hari.
Sudah ingin langsung viral.
Aku benci budaya serba instan...
Lebih baik kau diam 🐣
Lagu Terakhir Sang Penyanyi Hutan
Saat musim kemarau tiba...
Suara tonggeret memenuhi udara.
Bagi sebagian orang...
Itu hanya suara bising.
Namun bagi hutan...
Itulah tanda bahwa satu siklus kehidupan sedang berlangsung.
Seekor serangga yang menghabiskan belasan tahun dalam kesunyian...
Kini bernyanyi sekeras mungkin.
Bukan untuk terkenal.
Melainkan untuk memastikan generasi berikutnya tetap ada.
Alam memang luar biasa.
Kadang...
Suara paling nyaring...
Justru berasal dari makhluk yang paling lama belajar diam.
Tetap penasaran.
Tetap belajar dari alam.
Aeuuuuu 🦍
Fakta Ilmiah Tambahan
- Tonggeret termasuk superfamili Cicadoidea, yang terdiri atas lebih dari 3.500 spesies.
- Organ penghasil suara disebut tymbal, sedangkan rongga udara di abdomen berfungsi sebagai resonator yang memperkuat suara.
- Mulut nimfa berbentuk rostrum, digunakan untuk mengisap cairan xilem dari akar pohon.
- Periodical cicadas dari genus Magicicada memiliki siklus hidup 13 atau 17 tahun, salah satu yang terlama di antara serangga.
- Suara beberapa spesies dapat mencapai 100 hingga lebih dari 120 dB, menjadikannya salah satu serangga paling berisik di dunia.
Referensi Ilmiah
- Magicicada.
- Cicadoidea.
- Smithsonian Institution.
- National Geographic Society.
- Cooley, J. R. dan Marshall, D. C., berbagai publikasi mengenai evolusi dan siklus hidup Magicicada.
- Sanborn, A. F., publikasi mengenai biologi, akustik, dan keanekaragaman tonggeret.








0 Komentar